Kebijakan AI dan Orisinalitas

warga.nu adalah platform yang menjunjung tinggi orisinalitas, kreativitas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap konten yang diterbitkan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Generative AI), kami menetapkan kebijakan ini untuk memastikan bahwa teknologi digunakan sebagai pendukung, bukan sebagai pengganti peran intelektual manusia.

1. Kecerdasan Buatan Sebagai Alat Bantu

warga.nu memandang Kecerdasan Buatan (seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan sejenisnya) sebagai alat bantu teknis dalam proses kreatif. Penggunaan alat bantu tersebut diperbolehkan dalam batas-batas pendukung berikut:

  • Riset dan Kerangka Berpikir: Membantu memetakan ide, mencari referensi awal, atau menyusun struktur tulisan.
  • Optimalisasi Teknis: Memperbaiki tata bahasa, membantu pemilihan diksi yang lebih tepat, atau memeriksa kesalahan pengetikan (typo).
  • Penyederhanaan Materi: Membantu merangkum poin-poin teknis yang kompleks agar lebih mudah dipahami oleh pembaca awam.

2. Standar Dominasi Intelektual Manusia

Setiap karya yang dikirimkan harus mencerminkan olah pikir manusia sebagai penggerak utama narasi. Tim redaksi mengevaluasi naskah berdasarkan standar kualitatif untuk memastikan integritas karya:

  • Esensi Gagasan: Inti pemikiran, analisis, dan simpulan harus berasal dari penulis. Kecerdasan Buatan tidak diperbolehkan menjadi penentu arah opini atau sudut pandang utama tulisan.
  • Kekuatan Konteks: Narasi yang berkaitan dengan pengalaman personal, kedalaman emosi, kearifan lokal, dan pengamatan lapangan harus murni lahir dari pengamatan manusia.
  • Karakter Narasi: Redaksi memprioritaskan tulisan yang memiliki gaya tutur unik, kehangatan narasi, dan kedalaman rasa yang merupakan ciri khas tulisan manusia.

3. Tanggung Jawab Mutlak atas Akurasi

Terlepas dari alat bantu yang digunakan dalam proses penyusunan, penulis memegang tanggung jawab penuh terhadap tim redaksi dan publik atas setiap informasi yang ditayangkan.

  • Verifikasi Fakta: Penulis wajib melakukan pengecekan ulang secara manual terhadap semua data, angka, nama, dan kutipan yang tercantum dalam naskah.
  • Risiko Informasi: Segala bentuk kesalahan data atau kekeliruan informasi yang dihasilkan oleh alat bantu teknologi menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya secara etik maupun hukum.
  • Integritas Naskah: Penulis menjamin bahwa penggunaan teknologi tidak mencederai kebenaran informasi demi mengejar kuantitas tulisan.

4. Kurasi dan Penilaian Redaksi

warga.nu menerapkan sistem kurasi yang menitikberatkan pada otentisitas dan integritas karya.

  • Evaluasi Redaksional: Tim redaksi berwenang menilai apakah sebuah naskah kehilangan sisi manusiawi akibat penggunaan alat bantu yang berlebihan. Redaksi berhak menolak naskah yang dinilai tidak memiliki keunikan perspektif.
  • Prinsip Anti-Plagiasi: Segala bentuk plagiasi, baik yang dilakukan secara manual maupun melalui perantara teknologi, dilarang keras. Setiap konten yang dikirimkan harus merupakan karya orisinal yang tidak melanggar hak kekayaan intelektual pihak lain.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga agar warga.nu tetap menjadi “Bale Digital” yang jujur, otentik, dan bermartabat. Kami percaya bahwa kualitas sebuah karya diukur dari kedalaman nurani dan kejujuran berpikir penulisnya.